REFLEKSI

Tahun ini, aku melalui banyak sekali hal.
Yang paling berat? Jelas melawan diri sendiri—melawan pikiran yang sering ingin menyerah,
melawan luka lama yang tiba-tiba muncul tanpa aba-aba,
dan belajar berdamai dengan versi diri yang tidak selalu kuat,
tidak selalu tahu harus melangkah ke mana.

Sekarang, aku tak lagi memandang hidup sebagai perlombaan tentang siapa yang paling cepat sampai.
Aku belajar melihatnya sebagai perjalanan pulang—tentang bertahan, bernapas, dan tetap memilih hidup
meski kadang jalannya sunyi dan melelahkan.

Aku tidak mendapatkan hal yang paling kuinginkan pertengahan tahun ini,
tapi aku dapat gantinya yang jauh berkali-kali lipat lebih:
ruang aman, pertemanan yang tulus,
kesempatan untuk didengar dan mendengar,
serta keyakinan kecil bahwa apa yang kulakukan ternyata bermakna bagi orang lain, setidaknya.

Siapa yang membantuku bertahan?
Kawan-kawan di Partai Buku dan teman-teman di ELZAHRACADEMY, itu sudah jelas.
Interaksi, perhatian, ketulusan,
obrolan sederhana, tawa receh, diskusi panjang,
dan kehadiran yang tidak menghakimi—semuanya menjadi alasan kenapa aku masih di sini.

Dan untuk tahun depan, aku tidak meminta hidup yang sempurna.
Aku hanya berharap bisa berjalan lebih banyak—berani menatap trauma tanpa lari,
mengizinkan diri sembuh perlahan,
dan belajar hidup lebih lepas:
lebih jujur pada perasaan,
lebih ringan memeluk masa lalu,
dan lebih berani memilih diri sendiri.

Jika harus menggambarkan tahun ini dengan satu kalimat:
tahun ini tidak mudah, tapi penuh cahaya dari manusia-manusia baik yang membuatku ingin tetap hidup dan terus berjalan.
Terima kasih banyak untuk semua yang hadir di hidupku tahun ini...

Komentar

Baca Tulisan Aisyah El Zahra Lainnya

PEKARANGAN INSTITUTE

UDARA

SURAT (3)